Dilema Pembangunan Pendidikan Tinggi


Di setiap perkembangan zaman, selalu melahirkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terduga sebelumnya. Bersamaan dengan hal itu, zaman menuntut agar pembangunan negara berkembang sesuai dengan iramanya. Dalam pembangunan negara sangatlah dibutuhkan sumber daya manusia yang sangat berkualitas untuk memperoleh pembangunan yang berkualitas pula. Di sinilah tugas emas sebuah pendidikan, yaitu melahirkan berbagai sumber daya manusia yang berkualitas. Tetapi yang menjadi permasalahan adalah kurangnya mutu pendidikan di Indonesia. Suatu pendidikan dipandang bermutu, diukur dari kedudukannya untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kebudayaan nasional. Dengan kata lain, pendidikan dikatakan berhasil bila membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, bermoral dan berkepribadian.


Untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, bermoral dan berkepribadian tidaklah semudah kita membalikkan telapak tangan. Disini kita membutuhkan suatu sistem yang mampu membentuk generasi muda yang diinginkan.
Sesungguhnya Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia yang berpotensi, tetapi Indonesia belum dapat memanfaatkannya, karena pada umumnya Indonesia memilih sumber daya manusia berdasarkan gelar. Sedangkan untuk mendapatkan gelar tersebut tidaklah mudah, kita membutuhkan institusi pendidikan tinggi sebagai lembaga yang dapat mengeluarkan gelar tersebut. Semakin ternama suatu institusi pendidikan maka akan semakin besar peluang memperoleh pekerjaan. Inilah yang menjadi kendalanya.
Banyak orang yang memiliki potensi besar tetapi tidak sanggup untuk melanjutkan ke perguruan tinggi karena minimnya biaya, baik dilihat dari perguruan tinggi swasta maupun perguruan tinggi negeri. Pertama, perguruan tinggi swasta dilihat dari administrasinya jauh lebih mahal dibandingkan perguruan tinggi negeri. Terdapat pula perguruan tinggi swasta yang lebih murah, namun tingkat pendidikannya kurang berkualitas. Kedua, perguruan tinggi negeri boleh dikatakan lebih murah dibandingkan pergurun tinggi swasta dan tingkat pendidikannya pun pada umumnya lebih berkualitas. Namun, semurah-murahnya perguruan tinggi negeri masih tergolong mahal untuk masyarakat Indonesia khususnya bagi masyarakat golongan menengah ke bawah.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) banyak melakukan inovasi-inovasi mengenai masalah-masalah pendidikan. Inovasi ini diwujudkan guna pencapaian cita-cita bangsa yang tertuang dalam UUD 1945 yaitu “Mencerdaskan kehidupan bangsa”. Inovasi itu ditandai dengan semakin kuatnya kerjasama Pemerintah Indonesia dengan institusi pendidikan baik yang dinaungi langsung oleh pemerintah (negeri) maupun oleh swasta. Pemerintah Indonesia juga banyak membantu pelajar berprestasi maupun yang kurang mampu melalui beasiswa-beasiswa supaya mereka bisa melanjutkan pendidikannya. Selain itu, inovasi yang sekarang sedang dilakukan untuk para pelajar khususnya pelajar SMA yaitu Saringan Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) buah dari kerjasama antara pemerintah dengan institusi-institusi pendidikan tinggi guna memperoleh peserta didik yang benar-benar berkompeten menurut sistem pendidikan Indonesia. Memang memungkinkan untuk masyarakat golongan ini masuk melalui jalur SNMPTN, tetapi perlu diketahui bahwa akhir-akhir ini jalur SNMPTN sudah tercampur-tangani oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pada akhirnya, masyarakat yang memiliki biaya lah yang dapat lolos melalui jalur ini dan pada realisasinya belum mampu mewujudkan kesejahteraan umum dan keadilan sosial bagi bangsa Indonesia khususnya bagi masyarakat golongan menengah ke bawah.
Beruntunglah bagi anak bangsa yang sekarang sedang menimba ilmu di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Pertanian / VEDCA Cianjur. Mereka tidak harus susah payah mengikuti SNMPTN atau pun UMB, yang mengeluarkan biaya banyak untuk dapat menimba ilmu di lembaga ini. Banyak dari mereka yang diutus oleh pemerintah daerah masing-masing, namun ada juga yang mandiri (tidak diutus oleh pemerintah daerah.red) untuk menimba ilmu di lembaga ini. Selama pendidikannya, mereka ditanggung oleh pemerintah Indonesia melalui program Beasiswa Unggulan.
Program ini terselenggara atas kerjasama antara Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Pertanian / VEDCA Cianjur dengan Pemerintah Indonesia melalui Biro Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (BKLN KEMENDIKBUD). Hingga sekarang, hasil dari kerjasama itu telah menelorkan sembilan angkatan, dan tahun 2012 ini giliran angkatan sepuluh yang sedang melaksanakan pendidikannya. Selain itu, lembaga ini juga melakukan joint program dengan perguruan tinggi – perguruan tinggi diantaranya adalah dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI Bandung), Universitas Jendral Soedirman (UNSOED), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Politeknik Negeri Jember yang sekarang sedang berlangsung pada angkatan sepuluh ini, dan perguruan tinggi lainnya. Program ini diselenggarakan untuk dapat menciptakan suatu sistem pendidikan yang dapat mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, bermoral dan berkepribadian.

Comments
0 Comments

0 komentar: