[LP] Pembuatan Cake dan Kue Tart

Pada praktikum pembuatan tart ini merupakan pengolahan cake dengan menggunakan butter cream sebagai penghias cake tersebut. Cake yang dibuat merupakan cake berjenis sponge kemudian dilakukan pemasakan dengan cara pemanggangan (dibakar) dalam oven. Sponge cake merupakan cake dengan tekstur yang ringan, rapuh, dan lembut seperti busa. Pembuatan tart ini melalui proses pengayakan, pengocokan, pencampuran, pencetakan, pemanggangan, dan dekorasi cake. Pada praktikum ini dibedakan dua perlakuan yaitu dengan penambahan bubuk coklat dan tanpa penambahan bubuk coklat. Penambahan bubuk coklat ini berpengaruh pada warna, aroma, serta rasa dari cake yang dihasilkan. namun tidak berpengaruh pada tekstur cake yang dihasilkan.


[LP] Pengaruh Penambahan Pelembut Roti

PEMBAHASAN

Pada praktikum ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pelembut roti (bread improver) terhadap kualitas roti yang diterapkan dalam pembuatan roti tawar. Pembuatan roti tawar ini, diberikan perbedaan perlakuan pada 3 kelompok untuk membandingkan kualitas organoleptik pada roti tawar. Dimana ketiga perlakuan tersebut, yaitu tanpa penggunaan bread  improver, dengan penambahan baker’s bonus, dan dengan penambahan IF-100. Bread improver dan IF-100 merupakan salah satu produk bread improver yang memiliki fungsi sama dalam pembuatan roti yang menggunakan ragi untuk pengembangannya, yaitu sebagai pelembut roti, serta pemercepat proses fermentasi.


Proposal PKM Bakpau Labu Kuning

Labu kuning merupakan salah satu jenis labu yang cukup populer di Indonesia meski buah ini berasal dari Mexico Tengah dan menyebar ke Benua Amerika. Di Indonesia labu kuning memiliki nama yang cukup dikenal yaitu waluh, sedangkan secara ilmiah Labu kuning disebut Cucurbita Moschata (Widawati, 2000:3). Sebagai bahan pangan, labu kuning biasanya hanya diolah sebagai panganan kolak, dodol atau direbus saja, padahal sesungguhnya labu kuning juga bisa di olah menjadi panganan penambah gizi keluarga. Di dunia boga, selain di kenal sebagai bahan pangan labu kuning juga bisa di manfaatkan sebagai pelengkap dekorasi, baik untuk penunjang tatanan sesuatu dekorasi buah atau bunga maupun digunakan sebagai wadah penghidang sajian, misalnya Sup, Es Buah dan sebagainya (Widawati, 2000:2).


HACCP Sari Buah dalam Kemasan Karton (Tetrapack)

Sari buah jeruk merupakan cairan yang dihasilkan dari pemerasan atau penghancuran buah segar yang telah masak yang merupakan salah satu hasil olahan yang menggunakan ekstrak dari buah jeruk yang diproses melalui system UHT dan dikemas dalam kemasan karton (tetrapack).



Adapun prosedur kerja dari pembuatan sari buah jeruk dalam kemasan karton ini adalah :
1.        Transportasi bahan baku
       Yang harus di perhatikan yaitu alat transportasi yang digunaakn untuk mengangkut bahan baku
2.        Penerimaan bahan baku
       Yang harus diperhatikan pada bagian penerimaan bahan baku adalah kebersihan dari pekerja maupun ruangan karena pekerja dapat menjadi sumber kontaminasi. Dibawa dari pasar dengan truk kemudian dibawa ketempat penampungan bahan.

Pembahasan Laporan Praktikum Analisis Kemasan Plastik

A.      PENGUJIAN KETAHANAN PANAS
Pada uji ini dilakukan pengujian ketahanan kemasan plastik terhadap panas.
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat diketahui dari beberapa perlakuan suhu dengan periode waktu yang berbeda yaitu pada suhu (70, 80, dan 90) 0C dengan waktu 30 detik. Suhu 100, 110, dan 120 0C dengan waktu 60 detik. Hasil yang didapatkan pada pengujian ini, plastik yang di uju dengan perlakuan suhu 70 dan 80 0C tidak mengalami kebocoran atau pun perubahan pada kemasan atau sampel yang di uji. Sedangkan plastik yang diuji dengan perlakuan suhu 80 0C mengalami kerusakan atau kebocoran. Semakin tinggi suhu yang digunakan pada uji ini, maka semakin besar juga kerusakan yang terdapat pada sampel yang diujikan.


Analisis SWOT (Agroindustri Roti Vedca Cianjur)

1.       Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan suatu metode penyusunan strategi perusahaan atau organisasi yang bersifat satu unit bisnis tunggal. Ruang lingkup bisnis tunggal tersebut dapat berupa domestik maupun multi nasional. SWOT itu sendiri merupakan singkatan dari Strength, Weakness, Opportunities, dan Treatest yang artinya kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman/kendala. Dimana yang secara sistematis dapat membantu dalam mengidentifikasi faktor-faktor luar (OT) dan faktor di dalam perusahaan (SW). Kata-kata tersebut dipakai dalam usaha penyusunan suatu rencana matang untuk mencapai tujuan yang baik utnuk jangka pendek maupun jangka panjang. Adapun analisis SWOT terhadap bisnis ini adalah  sebagai berikut:

Pembuatan Nugget Ayam dengan Teknik Pencicangan

JUDUL
Pembuatan Nugget Ayam dengan teknik pencincangan

TUJUAN
·         Mengetahui proses pembuatan chicken nugget dengan menggunakan teknik pencincangan
·         Mengetahui titik kritis yang terdapat pada pembuatan chicken nugget
·         Memahami hasil akhir dari chicken nugget dengan teknik pencincangan
·         Mengetahui kriteria hasil akhir yang baik pada chicken nugget

TINJAUAN PUSTAKA
Nugget adalah suatu bentuk produk olahan daging yang terbuat dari daging giling yang dicetak dalam bentuk potongan empat persegi dan dilapisi dengan tepung berbumbu (battered dan braded). Produk nugget dapat dibuat dari daging sapi, ayam, ikan dan lain-lain, tetapi yang populer di masyarakat adalah nugget ayam. Bahan baku daging untuk nugget, dapat menggunakan bagian daging dari karkas, umumnya hanya menggunakan daging dari bagian dada. Daging dari bagian ini banyak disukai konsumen karena kandungan lemaknya rendah, serabut dagingnya seragam dan warnanya yang terang. Nugget dibuat dari daging giling yang diberi bumbu,  dicampur bahan pengikat, kemudian dicetak membentuk tertentu, dikukus, dipotong dan  dilumuri perekat tepung (batter) dan  diselimuti  tepung roti (breading). Nugget  digoreng setengah matang dan dibekukan untuk mempertahankan mutunya selama penyimpanan (Anonimous, 2009) dan dapat dikonsumsi setelah proses penggorengan rendam (deep fat frying). Chicken nugget berasal dari kata chicken yang berarti ayam, dan nugget yang berarti gumpalan atau bungkahan, sehingga arti secara makna adalah produk daging ayam yang berbentuk bungkahan. (Bintoro, 2008).

[Lap TPPNabati] Pembahasan Laporan Pembuatan Tahu


Pada praktikum pembuatan tahu ini, dihasilkan data pengamatan yang berbeda-beda dikarenakan perlakuan yang diberikan berbeda-beda di setiap masing-masing kelompok. Koagulan yang dipakai pada setiap masing-masing kelompok pun berbeda beda. Kelompok 1 menggunakan koagulan 700 ml cuka 3%, kelompok dua menggunakan batu tahu (CaSO4) dan manyon, kelompok 3 menggunakan manyon, kelompok 4 mengunakan CaCl2, dan kelompok 5 menggunakan Batu Tahu (CaSO4) dan 4% cuka. Sesuai dengan pendapat Obatolu (2007), bahwa hasil produk akhir roti dipengaruhi oleh beberapa faktor, berikut : mutu dan varietas kedelai, jumlah pengadukan, koagulan yang digunakan, dan besar dan lama penekanan curd.
Varietas yang berbeda akan membuat hasil akhir tahu menjadi berbeda, karena kandungan protein, kandungan zat, serta berat pada kedelai yang berbeda pada setiap varietasnya. Untuk pengadukan, semakin kasar pengadukan tahu yang dihasilkan akan semakin berpori pada bagian dalamnya. Karena pengadukan yang kasar, akan membuat buih-buih pada permukaan susu kedelai semakin banyak, yang akan membuat tekstur tahu menjadi berlubang. Sedangkan untuk koagulasi, Poysa & Woodrow (2004) menyatakan bahwa koagulan yang berbeda akan memberikan tekstur serta flavor yang berbeda pula. Terakhir yaitu besar dan lama penekanan curd, semakin lama proses penekanan dan semakin berat beban yang digunakan akan membuat tahu menjadi tipis, padat, dan kandungan airnya pun terlalu menjadi sedikit, begitu pun sebaliknya.

[Lap TPPHewani] Pembuatan Bakso Ikan Gabus


JUDUL
Pembuatan Bakso Ikan Gabus

TUJUAN
·         Mahasiswa mampu mengetahui tekhnik pembuatan bakso ikan gabus dan dapat membuatnya dengan baik.
·         Mahasiswa dapat memahami formulasi yang tepat untuk komposisi tepung aren yang pas pada pembuatan bakso ikan ini

TINJAUAN PUSTAKA
Bakso daging menurut SNI No. 01-3818-1995 adalah produk makanan berbentuk bulatan atau lain yang diperoleh dari campuran daging ternak (kadar daging tidak kurang dari 50 persen) dan pati atau serealia dengan atau tanpa bumbu BTP (bahan tambahan pangan) yang diizinkan. Pembuatan bakso biasanya menggunakan daging yang segar. Daging segar (pre-rigor) adalah daging yang diperoleh setelah pemotongan hewan tanpa mengalami proses pendinginan terlebih dahulu. Fase pre-rigor berlangsung selama 5 sampai 8 jam setelah postmortem. Bakso dapat dikelompokkan menurut jenis daging yang digunakan dan berdasarkan perbandingan jumlah tepung pati yang digunakan. Berdasarkan jenis daging sebagai bahan baku untuk membuat bakso, maka dikenal bakso sapi, bakso ayam, bakso ikan, bakso kerbau, dan bakso kelinci (Gaffar, 1998).

[Lap Pengamatan Pengawasan Mutu] Penyusunan Standar Pengawasan Mutu pada Roti


JUDUL
Penyusunan Standar Pengawasan Mutu pada Roti



TUJUAN
1.    Mengidentifikasi Standar Nasional Indonesia untuk produk makanan dan minuman
2.    Membuat diagram alir proses pembuatan produk olahan hasil pertanian
3.    Membuat prosedur pengawasan mutu proses yaitu pengawasan mutu dan proses pengolahan pada setiap tahap pengolahan
4.    Membuat standar persyaratan produk
5.    Membuat prosedur pengujian produk selama proses